Senin, 10 Desember 2012

HORMON MELATONIN


Pada dasarnya tubuh manusia memiliki suatu kelenjar yang berperan penting di dalam otak yaitu kelenjar pineal. Kelenjar pineal disebut sebagai kelenjar paling misterius. Filsuf Decrates menyebutnya the seat of soul atau pusat jiwa. Berjuta-juta tahun lalu, binatang reptil kuno memiliki mata ketiga berada di puncak kepala, yang sangat sensitif terhadap cahaya dan mengatur perputaran irama alami pada tubuh mereka. Dalam perjalanan evolusi, "mata" tersebut telah masuk ke otak dan menjadi kelenjar pineal.
 Posisi Kelenjar Pineal
Kelenjar pineal terletak di bagian dalam otak epifisis serebri. Bentuknya kerucut, ramping seperti buah pinus. Pada manusia, panjangnya kurang dari satu sentimeter. Di dalam kelenjar buntu otak pineal itu terdapat serabut-serabut saraf. Di antaranya ada yang berhubungan langsung dengan saraf penglihatan sehingga sangat sensitif terhadap cahaya.
Kelenjar pineal sebenarnya menghasilkan dua macam hormon penting untuk mengendalikan aktivitas manusia. Seratonin berfungsi sebagai pemberi semangat untuk melakukan aktivitas di siang hari. Sebaliknya, pada malam hari, di saat kelenjar-kelenjar lain kurang aktif, kelenjar pineal ini bekerja mencapai puncak fungsinya yaitu mengeluarkan hormon melatonin.
Melatonin (5-methoxy-N-acetyltryptamine) merupakan hormon yang memegang peranan penting terhadap regulasi beberapa fungsi biologis. Melatonin merupakan hormon yang berasal dari asam amino tryptophan sebagai prekursor sehingga produksi hormon melatonin sangat bergantung pada ketersediaan asam amino tryptophan di dalam tubuh. Tryptophan merupakan asam amino esensial yang produksi dalam tubuhnya sangat kecil sehingga perlu adanya asupan protein dari makanan.
Alur Pembentukan Melatonin
Hormon melatonin mempunyai tugas sebagai pengatur hormon-hormon lain untuk melaksanakan tugasnya. Ibarat orkes simfoni, melatonin berfungsi sebagai konduktor: mengatur dan menjaga keharmonisan kerja hormon, menjaga keteraturan metabolisme sel, mempertahankan efisiensi dan efektivitas kerja sel, membuat sel tidak mudah rusak.
Alur Kerja Melatonin
Yang menarik dari hormon melatonin ini adalah waktu produksinya. Kelenjar pineal yang menghasilkan hormon melatonin merupakan kelenjar yang sangat sensitif terhadap cahaya sehingga kelenjar ini aktif pada malam hari. Berdasarkan penelitian ternyata hormon metalonin ini paling banyak dihasilkan sekitar pukul 02.00 – 04.00 malam. Hal ini dikarenakan pada waktu itu gangguan cahaya dari alam paling minimal.
Kurva Melatonin terhadap Waktu
Berdasarkan penelitian ternyata jumlah produksi hormon melatonin dapat ditingkatkan dengan melakukan aktivitas yang dapat memperlancar aliran darah dan hormon dari otak ke seluruh tubuh. Aktivitas yang paling tepat adalah dengan melakukan sholat pada waktu tersebut yaitu sholat tahajud. Hal ini dikarenakan pada dasarnya gerakan sholat merupakan aktivitas paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia, bahkan dari sudut medis sholat merupakan gudang obat dari berbagai jenis penyakit. Bentuk aktivitas inilah yang membedakan kualitas kesehatan antara seseorang yang bangun malam untuk sholat tahajud dan yang melakukan aktivitas lain.
Sholat merupakan kombinasi gerakan yang memungkinkan adanya aliran darah yang kaya oksigen dapat mengalir dengan lancar dan berkesinambungan antara otak dan seluruh tubuh. Hal ini dapat menstimulus kelenjar pineal untuk memproduksi hormon melatonin lebih maksimal. Dengan maksimalnya jumlah melatonin dalam tubuh, maka keseimbangan tubuh secara keseluruhan akan terjada, hal ini sangat berkaitan dengan peran hormon melatonin terhadap kinerja tubuh.
Berikut ini beberapa kegunaan hormon melatonin :
1. Berperan penting terhadap kondisi tidur yang baik termasuk menurunkan temperatur tubuh dan menjaga keadaan tubuh saat tidur.
2. Mengurangi kolesterol sehingga dapat memperkecil kemungkinan mengidap jantung koroner.
3. Mengatasi radikal bebas (antioksidan), hal ini dikarenakan melatonin dapat mentralisir zat radikal dengan menyumbangkan elektronnya. Selain itu melatonin dapat menghambat pembentukan peroksinitrit (prekursor radikal) dengan menghambat enzim nitrit oksida sintetase.
Melatonin merupakan antioksidan yang lebih reaktif dibandingkan vitamin E atau glutation sehingga lebih efektif mengatai zat radikal yang masuk ke dalam tubuh
Skema Fungsi Melatonin sebagai Antioksidan
4. Meningkatkan keefektifan sistem kekebalan tubuh, hal ini dikarenakan melatonin dapat menstimulus produksi sitokin InterLeukin−2 (IL−2), InterLeukin−6 (IL−6), and InterLeukin−12 (IL−12) sebagai sistem imun tubuh.
5. Dapat mencegah kanker karena berdasarkan peneltitian hormon melatonin dapat secara langsung mencegah perkembangan sel kanker di dalam tubuh.
 6. Melindungi tubuh dari polusi lingkungan serta efek racun.
7. Dapat meringankan kondisi penderita AIDS, karena melatonin sanggup merangsang sel-sel kekebalan tubuh yang abnormal menjadi normal.
Salah satu hal yang cukup menarik adalah ternyata melatonin sudah dapat dikemas menjadi obat (pil) yang dapat digunakan untuk mengingkatkan kadar melatonin dalam tubuh. Hal ini seharusnya dapat menjadi suatu keunggulan bagi umat Islam yang dapat memperoleh hormon melatonin ekstra tanpa harus membeli tetapi cukup dengan melaksanakan sholat tahajud secara rutin.
Tanaman yang dapat menghasilkan hormon melatonin
Penelitian yang dilakukan oleh para ahli yang berasal dari Milan, Italy mempublikasikan temuannya dalam Journal of the Science of Food and Agriculture tentang ditemukannya komponen penting yang terdapat pada buah anggur, yaitu hormon melatonin. Selama ini melatonin hanya diketahui terdapat pada manusia dan hewan mamalia yang dibentuk dari glandula pineal di otak, traktus gastrointestinal dan retina.
Temuan ini menunjukkan bahwa ternyata hormon melatonin juga terdapat pada tumbuhan. Kadar hormon melatonin pada darah manusia sekitar 20 picogram per mililiter pada pagi hari dan 55 pg/ml pada malam hari (1 picogram = 1/triliun gram). Hormon melatonin ini memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan anti kanker.
Marcello Iriti dan Mara Rossoni dari Universitas Milan bersama dengan Franco Faoro dari institut di Virologia Vegetale, Milan melakukan penelitian terhadap 8 jenis anggur, dan ditemukan tingginya kadar melatonin pada kulit anggur jenis Nebbiolo, Merlot, Cabernet Savignon, Sangiovesse dan Croatina, dimana jenis anggur ini adalah jenis yang sering digunakan untuk pembuatan minuman anggur merah (red wine). Dari sekian banyak jenis anggur yang tertinggi kandungan melatoninnya adalah yang berjenis Nebbiolo. Dari temuan ini dapat dijelaskan bahwa mereka yang rutin minum satu atau dua gelas red wine pada sore hari akan memingkatkan kadar melatonin, sehingga orang tersebut dapat tidaur pulas, meskipun bila red wine diminum dalam jumlah yang besar akan mengurangi rasa kantuk, hal ini disebabkan pengaruh dari alkohol.
Dr. Iriti menjelaskan bahwa kandungan melatonin pada wine dapat membantu meregulasi ritme sirkardian, sama seperti melatonin yang diproduksi glandula pineal pada mamalia. Penelitian berikutnya akan menguji apakah melatonin yang terdapat pada anggur juga memiliki manfaat yang sama dengan hormon melatonin.
Terhadap kondisi insomnia, melatonin dapat menjadi terapi yang diharapkan dapat mengatasi gangguan sulit tidur tersebut. Pada kondisi insomnia, para ahli meneliti ditemukannya kadar sinyal kimia yang disebut cytokine interleukin-6 mengalami peningkatan. Interleukin-6 ini merupakan cytokine pro inflamatory yang menyebabkan terjadinya penyakit kardiovaskuler dan beberapa penyakit lainnya. Para ahli tersebut telah menemukan bahwa kurang tidur berhubungan dengan produksi interleukin-6 pada siang dan malam hari.
Melatonin yang diproduksi glandula pineal akan memberikan respon terhadap gangguan tersebut. Akibat rangsangan yang berasal dari aliran darah, hormon melatonin ini akan keluar dan menimbulkan keinginan untuk tidur. Saat ini telah diproduksi dalam bentuk suplemen oral untuk membantu mengatasi siklus gangguan tidur seperti pada kondisi jet lag, dimana siklus sirkadian normal dari tidur dan bangun mengalami perubahan akibat perubahan lingkungan.

  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar