Kamis, 22 November 2012

DAERAH TUMBUH



Pertumbuhan adalah suatu pertambahan dalam ukuran pertambahan dalam ukuran yang bersifat irreversible. Karena bersifat multi sel maka pertumbuhan bukan saja dalm voume tetapi juga pertambahan dalam hal bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tinggkat kerumitan. Proses pertumbuhan sebagian besar terjadi dalam fase pembelahan dan pendewasaan sel. Umumya daerah pertumbuhan terletak pada bagian bawah mesitem apikal dari tunas akar. Pertumbuhan dapat di defenisikan sebagai pembelahan dan pembesaran sel, tetapi defenisi yang paling umum dipakai adalah pertambahan berat kering yang juga meliputi diferensiasi. Letak pertumbuhan adalah pada meristem ujung, lateral, dan interkalar (Wikipedia, 2012).
Pada umumnya daerah pertumbuhan terletak pada bagian bawah meristem apical dari tunas dan akar. Pertumbuhan variasi pertambahan panjang tiap lokus batang. Nilai pertambahan panjang terbesar adalah pada lokus yang terletak pada area dekat tunas (shoot). Daerah pembelahan sel  batang lebih jauh letaknya dari ujung daripada daerah pembelahan akar, terletak beberapa sentimeter dibawah ujung (tunas). Sedangkan pertambahan panjang tiap lokus pada akar tidak diketahui pertambahan panjang terbesar dikarenakan kecambah mati.
Pertumbuhan merupakan perubahan ukuran organisme karena bertambahnya sel-sel dalam setiap tubuh organisme yang tidak bisa diukur oleh alat ukur atau bersifat kuantitatif. Atau secara bahasanya perubahan ukuran organisme dari kecil menjadi besar contohnya yaitu  (Wikipedia, 2012) :
-          Batang tumbuhan yang tadinya 2 cm menjadi 5 cm
-          Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg
-          Berat tubuh kucing yang tadinya 4 kg menjadi 6 kg
Terdapat 2 macam pertumbuhan yaitu (Prawirohartono, 1996) :
1.      Pertumbuhan Primer, terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Embrio memiliki 3 bagian penting :
-          tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
-          akar embrionik yaitu calon akar
-          kotiledon yaitu cadangan makanan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer. Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya terbagi menjadi 3 daerah yaitu :
-          Daerah pembelahan sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik),
-          Daerah pemanjangan berada di belakang daerah pembelahan,
-          Daerah diferensiasi bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan.
Sel-sel mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan tunas lateral yang akan menjadi cabang.
2.      Pertumbuhan sekunder, aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae  dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan. Prosesnya yaitu mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer. Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis. Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun berbentuk konsentris. Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit  dimana ke dalam membentuk feloderm yatu sel-sel hidup dan ke luar membentuk felem yaitu sel-sel mati.
            Pertumbuhan itu lebih mudah digambarkan dari pada di defenisikan. Pertumbuhan berarti pembelahan sel dan pembesaran sel. Kedua proses ini memerlukan sintesis protein dan merupakan proses yang tidak dapat berbalik. Proses differensiasi seringkali dianggap pertumbuhan. Pertumbuhan tanaman memerlukan proses diferensiasi (Yuliza, 2005).
            Proses pertumbuhan sebagian besar terjadi dalam fase pembelahan dan pendewasaan sel. Umumya daerah pertumbuhan terletak pada bagian bawah mesitem apical dari tunas akar. Pada rerumputan dan monokotil lainnya daerah pertumbuhan terletak di bagian atas tiap-tiap buku atau nodus. Pertumbuhan jiga terjadi pada bagian-bagian lainnya misalnya pada daun sel-sel akan membesar pada batas tertentu. Pertumbuhan lateral terjadi dengan membesarnya sel-selyang terletak pada sisi-sisi jaringan kambium. Pertumbuhan bagian pucuk dan akar disebabkan adanya pembentukan sel-sel baru oleh jaringan meristematik (embrionik) pada titk tumbuh diikuti dengan pertumbuhan dan diferensiasi sel-selnya,bila mana tumbuhan mencapai ukuran dewasa maka terbentuk bunga. (Fahn, 1992).
            Daerah meristematis pucuk batang mengalami pertumbuhan primer seperti yang terjadi pada akar. Namun, caranya lebih kompleks karena tidak hanya proliferasi aksis batang namun juga pembentukan organ lateral lainnya. Pembelahan sel pada batang umumnya terjadi pada internodus paling atas. Selama periode pertumbuhan aktif, meristem ujung batang yang tipis, berdinding lembut dan isodiametris, aktif melakukan proliferasi sel. Pemanjangan sel diperpanjang sepanjang internodus. Semakin jauh dari internodus maka kecepatan pemanjangan semakin lambat. Daerah pemanjangan di belakang ujung batang biasanya 10 cm panjangnya (Loveless, 1991).
            Proses pemanjangan tunas terjadi melalui pertumbuhan ruas yang sedikit lebih tua di bawah ujung tunas tersebut. Pertumbuhan ini disebabkan pembelahan sel dan pemanjangan sel dalam ruas tersebut. Pembelahan sel dan pertumbuhan yang terus menerus sehingga mendorong ke arah pemanjangan batang dan tunas. Sel-sel inisial membentuk sel-sel pada ujung akar yang bersifat meristematis. Pembelahan sel terjadi secara longitudinal dan beberapa ke arah lateral yang menyebabkan akar berbentuk silindris (Campbell, dkk., 1999).
            Zona pembelahan sel meliputi meristem apikal dan turunannya, yang disebut meristem primer (terdiri dari protoderm, prokambium dan meristem dasar). Meristem apikal yang terdapat di pusat zona pembelahan menghasilkan sel-sel meristem primer yang bersifat meristematik. Zona pembelahan sel bergabung ke zona pemanjangan (elongasi). Disini sel-sel memanjang sampai sepuluh kali semula, sehingga mendorong ujung akar, termasuk meristem ke depan. Meristem akan mandukung pertumbuhan secara terus-menerus dengan menambahkan sel-sel ke ujung termuda zona pemanjangan tersebut (Campbell, dkk., 1999).
            Proses pemanjangan akar terkonsentrasi pada sel-sel dekat ujung akar, dimana terletak tiga zona sel dengan tahapan pertumbuhan primer yang berurutan. Dari ujung akar ke arah atas terdapat zona pembelahan sel, zona pemanjangan dan zona pematangan. Zona pembelahan sel meliputi meristem apikal dan turunannya, yang disebut meristem primer (terdiri dari protoderm, prokambium dan meristem dasar). Meristem apikal yang terdapat di pusat zona pembelahan menghasilkan sel-sel meristem primer yang bersifat meristematik. Zona pembelahan sel bergabung ke zona pemanjangan (elongasi). Disini sel-sel memanjang sampai sepuluh kali semula, sehingga mendorong ujung akar, termasuk meristem ke depan. Meristem akan mandukung pertumbuhan secara terus-menerus dengan menambahkan sel-sel ke ujung termuda zona pemanjangan tersebut (Campbell, dkk., 1999).
            Jaringan meristem digolongkan berdasar bermacam-macam kriteria, yaitu berdasar letaknya pada tumbuhan meristem dibadakan menjadi (Sumardi dan Pudjoarinto, 2008) :
1.      Meristem apikal yang letaknya pada ujung akar dan ujung batang.
2.      Meristem lateral yaitu meristem yang sejajat dengan permukaan organ misalnya kambium dan felogen. Kambium pembuluh dan kambium gabus merupakan meristem lateral. Kedua macam jaringan tersebut merupakan jaringan dewasa yang kemudian menjadi meristematik kembali.
3.      Meristem interkalar terletak di bagian pangkal tiap buku tumbuhan rumput-rumputan. Pada tumbuhan monokotil pemanjangan sumbu pucuk disebabkan oleh aktivitas bagian meristematik yang terdapat di bagian ruas.
            Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan distribusi akar menurut (Gardner, dkk., 1991) :
1.      Genotipe, karakteristik akar secara kuantitatif akan diturunkan ke generasi selanjutnya dan dikendalikan oleh gen, perbedaan genetik ini lalu akan berinteraksi dengan lingkungan.
2.      Persaingan, kompetisi spesies tumbuhan mengeluarkan bahan panghambat oleh akar disebut alelopati.
3.      Penghilangan daun, pemotongan daun dapat mengurangi pertumbuhan akar dan pucuk.
4.      Atmosfer tanah, kandungan COyang lebih banyak dari O2 dalam rhizosper akan merangsang pertumbuhan akar.
5.      PH, dalam pH kurang dari 6 akan membatasi pertumbuhan akar karena meningkatkan kelarutan Al, Mn, Fe.
6.      Temperatur tanah, temperatur optimum pertumbuhan akar lebih rendah dari bagian pucuk.
7.      Kesuburan tanah, pertumbuhan dan perkembangan akar memerlukan sumber mineral yang cukup.
8.      Air, akar tidak akan tumbuh melalui lapisan tanah yang kering.
9.      Daya mekanik dan fisik, akar mngalami resistensi mekanik terhadap pertumbuhan dari bermacam-macam sebab, misal ukuran partikel, kurangnya penggumpalan, kompaksi tanah dan lain-lain.  

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N. A, J. B. Reece and L. E. Mitchell, 1999. Biologi Jilid 1 Edisi 8. Erlangga: Jakarta.
Fahn, A., 1992. Anatomi Tumbuhan Edisi ke 3.UGM University: Yogyakarta.
Gardner, F. P., R. B. Pearce dan R. L. Mitchell, 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press: Jakarta.
Loveless, A. R., 1991. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan Untuk Daerah Tropik. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Sumardi, I., A. Pudjoarinto, 2008. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pembinaan tenaga Kependidikan: Jakarta.
Yuliza, K., 2005. Menentukan Daerah Tumbuh Pada Tumbuhan. http://bhimashraf.blogspot.com. Diakses pada tanggal 8 Maret 2012, pukul 18:30 WITA.
Wikipedia, 2012Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan. http://www. wikipedia.com. Diakses pada tanggal 8 Maret 2012, pukul 18:34 WITA.





1 komentar: