Kamis, 22 November 2012

MIKROBIOLOGI UMUM

            LATAR BELAKANG
Untuk menelaah mikroorganisme di laboratorium, kita harus dapat menumbuhkan mereka. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya (Label, 2008).
Mikroorganisme yang kita isolasi harus kita ketahui jenis medium yang disukai sehingga dapat tumbuh dengan baik pada media. Dalam hal ini medium ini akan digunakan oleh mikroorganisme sebagai sumber energi untuk melakukan pertumbuhan dan perkembangbiakan maka hendaknya harus sesuai dengan komposisi bahan medium.
Berdasarkan hal tersebut di atas maka dilakukanlah praktikum ini untuk mempelajari macam- macam medium, cara- cara pembuatan dari beberapa medium dan sekaligus mengetahui bahan- bahan yang digunakan serta komposisi juga fungsi dari masing- masing bahan tersebut dalam membantu pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Sehingga nantinya diharapkan dapat menumbuhkan, mengisolasi dan menguji sifat fisiologi atau perhitungan mikroorganisme tertentu.
TINJAUAN PUSTAKA
Sterilisasi ini biasanya dipergunakan untuk mensterilkan bahan media pertumbuhan mikroorganisme, dengan menggunakan alat autoklaf. Dengan tekanan bertekanan tinggi maka suhu yang biasa digunakan kira-kira 120 derjat C.
Media yang sering digunakan dalam pertumbuhan mikroorganisme antara lainya adalah Nutrient Agar (NA), EMBA, Laktosa Broth, dan Potato Dextose Agar (PDA0
Media meruapakan tempat untuk tumbuhnya atau pembiakan miikroorganisme baik bakteri atau jamur. Media secara umum terbagi menjadi 4 yaitu Media Nutrient Agar (NA) untuk pembiakan bakteri, Media Potato Dextose Agar (PDA) untuk pembiakan jamur, Media Laktose Brouth (LB) untuk pembiakan bakteri dan Media EMBA untuk pembiakan bakteri
Keempat media pembiakan atau tumbuh dari miikroorganisme diatas yang sering digunakan dalam pembiakan bakteri yang akan di uji atau diteliti dalam laboratorium.
Untuk pembiakan jamur media PDA ini di tempakan pada cawan petri agar mudah menghitung jumlah koloni yang didapat dari pengujian, sedangkan untuk media LB karena bentuknya cair maka sering di tempatkan pada tabung reaksi, pada hasil pengujian ini kita hanya bisa melihat apakah ada perubahan warna pada tabung reaksi tersebut.
1.      Berdasarkan susunan kimia media anorganik, media organik, media sintetik, media non sintetik (Alami)
2.      Berdasarkan konsistensinya media cair, media padat, media semi padat.
3.      Berdasarkan fungsinya media diperkaya, media selektif, media diferensial, media penguji, media untuk perhitungan jumlah mikroba.
4.      Media umum NA, PDA
5.      Media pengaya Mempercpt pertumb yg lain
6.      Media selektif SSA, EMBA
7.      Media deferensial Agar darah
8.      Media penguji menguji antibiotika
9.      Media perhitungan umum/selektif
10.  Contoh susunan media
NA, PDA, SSA, MBA, Agar Darah.
Untuk penggunaan metode gores dengan medium agar miring, mula-mula disiapkan media biakan induk dari jenis mikroorganisme bakteri escheria coli, Biakan induk berada di tabung reaksi yang berisi media agar miring yang berwarna kuning, Pada medium biakan induk, koloni tampak berupa sebaran/ suspensi putih pada permukaan atas media. Disediakan tiga buah tabung reaksi berisi medium agar padat. Medium agar miring berwarna kekuningan berfungsi sebagai tempat menggoreskan jamur dan tempat pertumbuhan koloni jamur. Jarum ose dipanaskan hingga membara berfungsi untuk mensterilsasi jarum sebelum digunakan dari mikroorganisme lain, sumbat kapas tabung reaksi yang berisi isolate biakan induk dibuka, kemudian bibir tabung di panaskan berfungsi untuk mensterilisasi tabung dan biakan dari mikroorganisme lain. Setelah itu, jarum ose dimasukan pada medium biakan induk,jarum ose bentuk bulat untuk inokulasi bakteri. Pengambilan inokulum dengan dengan menggoreskan ujung bulat jarum ke media biakan induk, memungkinkan bakteri dapat terambil banyak. Mulut tabung reaksi yang berisi isolate biakan induk dipanaskan kembali, berfungsi untuk mensterilisasi tabung dan biakan dari mokroorganisme lain. Kemudian segera di tutup dengan sumbat kapas lemak bertujuan agar keadaan mikroorganisme di dalam tabung reaksi tetap steril, apabila ada kontaminan yang akan masuk, maka dapat terserap dengan sumbat kapas tanpa dapat mempengaruhi mikroorganisme yang akan di biakan, (Anonim:2008)
Teknik inokulasi pada media miring
Setiap perlakuan diusahakan dilakukan secara aseptis ( di dekat api Bunsen) berfungsi agar saat inokulasi, bahan serta alat gelas yang digunakan tetap steril. Inokulum digoreskan di permukaan media agar miring di dalam tabung reaksi yang telah di sediakan menggunakan metode gores mulai dari samping arah zig-zag. Arah zig-zag. Arah zigzag di gunakan supaya memungkinkan koloni terbentuk tersebar merata dan tampak jelas serta tidak bertumpuk dari koloni yang akan terbentuk.Panaskan sekeliling mulut tabung dan segera di tutup dengan sumbat kapas berfungsi untuk mensterilisasi tabung reaksi dan biakan dari mikroorganisme lain. Inokulum disimpan dalam incubator agar medium dapat tumbuh pada wadah yang steril dengzn menyeting suhu 370 C sebagai suhu opimum bakteri untuk tumbuh, kemudian di amati dan di foto bentuk koloni yang terbentuk setelah di inkubasi selama 2x24 jam, Medium yang digunakan adalah larutan nutrient agar yang sebelumnya dipanaskan agar bisa membentuk medium miring yang didinginkan hingga memadat dengan memiringkan tabung reaksi sehingga memebentuk agar miring dan berwarna kuning muda. Medium agar miring adalah medium yang dibuat dalam tabung reaksi yang diletakan miring pada waktu pendinginan. (Pelczar,m.1986)
Keuntungan media agar miring ini adalah luas permukaan yang kecil sehingga peluang kontaminasi rendah dan dapat memperluas bidang untuk digunakan strain murni (indukan murni). Sedangkan kerugiannya hanya memuat sedikit mikroorganisme. Media agar untuk bakteri digunakan media NA (Nutrien agar) karena yang komposisinya ekstrak daging sapi didalamnya mengandung protein, karbohidrat, vitamin dan sedikit lemak juga terdapat adanya beberapa factor pertumbuhan yang tidak mampu mensintesis mikroorganisme, (Waluyo,L,2005)
Medium NA berfungsi untuk membiakan berbagai macam mikroorganisme serta kultur bakteri. Pada praktikum ini kita mempelajari bagaimana melakukan teknik inokulasi biakan mikroorganisme pada medium steril sehingga bisa mendefinisikan bahwa teknik inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium lama kemedium baru dengan tingkat ketelitian sangat tinggi dan dituntut untuk bwekera secara aseptic yaitu bebas dari pengaruh kontaminan mikroorganisme yang lain. Teknik aseptic dilakukan dengan penyediaan alat-alat kerja yang steril dan bekerja didekat api Bunsen agar terhindar dari kontaminan udara.pada waktu inokulasi jarum yang digunakan untuk meindahkan mikroba harus dipijarkan diatas api segera sebelum dan sesudah melakukan pemindahan. Pemanasan ini menghjancurkan semua bentuk kehidupan yang ada pada permukaan jarum atau alat pemindahan, setelah di inokulasi biakan bakteri disimpan dan diinkubasi dalam lingkungan yang sesuai untuk petumbuhan, (Dwidjoseputro,D.1988)
 Pengukuran Komposisi Bahan Medium
1.      Untuk takaran 1000 ml
a.       Potato Dextrose Agar (PDA)
-          Kentang            : 200 gr
-          Glukosa            : 15 gr
-          Agar                  : 15 gr
-          Aquadest          : 1000 ml
b.      Tauge Extract Agar(TEA)
-          Tauge                : 100 gr
-          Sukrosa             : 60 gr
-          Agar                  : 15 gr
-          Aquadest          : 1000 ml
c.       Nutrient Agar (NA)
-          Daging sapi       :  500 gr
-          Peptone             : 15 gr
-          Agar                  : 15 gr
-          Aquadest          : 1000 ml
d.      Eosin Methylene Blue Agar (EMBA)
-          EMBA sintetik : 36 gr
-          Aquadest          : 1000 ml
e.       Lactosa Broth (LB)
-          Nutrient broth   : 8 gr
-          Lactose             : 5 gr
-          Aquadest          : 1000 ml
2.      Penghitungan untuk takaran 500 ml
a.       Tauge Extract Agar(TEA)
-          Tauge              =   100 gr / 1000 ml   x    500 ml         = 50 gr
-          Sukrosa           =    60 gr / 1000 ml    x    500 ml         = 30 gr
-          Agar                =    15 gr / 1000 ml    x    500 ml         = 7,5 gr
-          Aquadest         =  1000 ml / 1000 ml    x   500 ml       = 500 ml
b.      Nutrient Agar (NA)
-          Daging sapi     =   500 gr / 1000 ml   x    500 ml         = 250 gr
-          Peptone           =    15 gr / 1000 ml    x    500 ml         = 7,5 gr
-          Agar                =    15 gr / 1000 ml    x    500 ml         = 7,5 gr
-          Aquadest         =  1000 ml / 1000 ml    x   500 ml       = 500 ml
c.       Eosin Methylene Blue Agar (EMBA)
-          EMBA sintetik =   36 gr / 1000 ml   x    500 ml         = 18 gr
-          Aquadest         =  1000 ml / 1000 ml    x   500 ml       = 500 ml

3.      Penghitungan untuktakaran 300 ml
a.       Lactosa Broth (LB)
-          Nutrient broth             =   8 gr / 1000 ml   x    300 ml             = 2,4 gr
-          Lactose            =    5 gr / 1000 ml    x    300 ml           = 1,5 gr
-          Aquadest         =  1000 ml / 1000 ml    x   300 ml       = 300 ml
Pembahasan
Medium adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba. Fungsi medium antara lain, medium yang digunakan untuk menumbuhkan mikroba, mengisolasi, memperbanyak, menguji sifat-sifat fisiologis dan menghitung mikroba.
Pada percobaan yang dilakukan, dibuat 5 jenis medium yaitu:
1.      Medium Potato Dextrose Agar (PDA)
PDA merupakan medium yang dibuat dengan menggunakan bahan alami yang direbus dan bahan sintetik dari kandungan glukosa sehingga pda termasuk medium semi alamiah. PDA iini termasuk medium dengan konsistensi padat karena dicampur dengan agar. Medium ini termasuk medium umum yang dapat digunakan untuk menumbuhkan semua mikroba. PDA dapat digunakan untuk menumbuhkan jamur dan kapang.
Fungsi dari bahan-bahan medium PDA ialah
-          Kentang    : sebagai bahan alami pembuatan medium PDA dsan sebagai sumber karbohidrat, vitamin, dan energy.
-          Dextrose    : sebagai sumber karbon dan energy.
-          Agar          : untuk memadatkan medium.
-          Aquadest   : untuk melarutkan  agar, dextrose, dan kentang.
2.      Medium Tauge Extract Agar (TEA)
TEA termasuk medium semi alamiah karena dalam pembuatannya menggunakan bahan alami dari rebusan tauge yang belum diketahui kandungan kinianya dan bahan sintetik dari kandungan sukrosa yang sudah diketahui komposisinya. Medium ini merupakan medium dengan konsistensi padat karena mengandung campuran agar sehingga medium dapat mengeras. Medium ini berguna untuk menumbuhkan atau menyimpan jamur khususnya khamir.
Fungsi dari bahan-bahan medium TEA ialah
-          Tauge        : sebagai bahan alami pembuatan TEA dan sebagai sumber vitamin, nitrogen organic dan senyawa karbon.
-          Sukrosa     : sebagai sumber karbon dan sumber energy.
-          Agar          : untuk memadatkan medium.
-          Aquadest   : untuk melarutkan bahan lainnya.
3.      Medium Nutrient Agar (NA)
NA termasuk medium semi alamiah karena dalam pembuatannya menggunakan bahan alami dari rebusan daging sapi yang belum diketahui kandungan zatnya dan bahan sintetik dari kandungan peptone yang usdah diketahui komposisinya. Medium ini merupakan medium dengan konsistensi padat karena mengandung campuran agar sehingga medium menjadi mengeras. Termasuk medium yang dapat digunakan untuk menumbuhkan semua mikroba, untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif.
Fungsi dari bahan-bahan medium NA ialah
-          Daging      : sebagai bahan alami pembuatan NA dan sebagai sumber nitrogen organic dan senyawa karbon juga sebagai sumber protein.
-          Peptone     : sebagai sumber untama nitrogen dan sumber nutrisi.
-          Agar          : untuk memadatkan medium.
-          Aquadest   : untuk melarutkan agar, peptone dan ekstrak daging.
4.      Medium Eosin Methylene Blue Agar (EMBA)
Medium ini termasuk medium sintetik karena menggunakan bubuk EMBA sintetik yang telah diketahui dengan pasti kandungannya. Medium ini dalam bentuk padat karena pada EMBA sintetik sudah mengandung agar sehingga medium dapat mengeras. Medium ini mengandung laktosa dan berguna untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa dan Salmonella. Mikroba yang memfermentasikan laktosa menghasilkan koloni dengan inti berwarna gelap dengan kilap logam, sedangkan mikroba lain yang dapat tumbuh koloninya tidak berwarna. Adanya eosin dan methylene blue membantu mempertajam perbedaan tersebut.
5.      Medium Lactosa Broth (LB)
Medium ini termasuk medium sintetik karena dalam pembuatannya mengandung bahan-bahan sintetik dari kandungan nutrient broth dan laktosa yang sudah diketahui komposisinya dengan pasti. Merupakan medium cair karena tidak diberi agar sehingga masih berupa larutan. Medium ini dapat mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya untuk Salmonella dan dalam memepelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Laktosa menyediakan osumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organism koliform. Pertumbuhan dengn pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.


DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro, D. 1993. Dasar-Dasar Mikrobiologi, Penerbit Djambatan, Jakarta
Fardiaz, S., 1992. Mikrobiologi Dasar 1, PT Gramedia, Jakarta
Schlegel,H.G. dan Schmidt, K.1994. Mikrobiologi Umum. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta
Tim Penyusun “Penuntun Praktikum Mikrobiologi dan Parasitologi” 2010
Dwidjoseputro,D.1988. Dasar-dasar mikrobiologi. Dambatan:malang
Pelczar,m.1986. Dasar-dasar mikrobiologi, Erlangga:Jakarta
Waluyo,L,2005,mikrobiologi umum,mm press: Malang
Wesley volk dkk,1988.Mikrobiologi dasar,Erlangga:Jakarta
Http://Firebiology.wordpress/2009/10/08 Pkl 20:10
Rohmat, 2002. Teknik-teknik inokulasi mykoriza/2009/10/08/ Pkl: 21:00


Tidak ada komentar:

Posting Komentar